Budidaya Kacang Hijau

Kacang Hijau merupakan bahan makanan dari kacang-kacangan yang mendudukiurutan ketiga setelah kedele dan kacang tanah, rasanya enak dan mempunyai nilai gizi tinggi. Kacang Hijau tidak sulit pemasarannya bahkan harga jualnya pada saat sekarang relatif tinggi. Tanaman ini tidak terlalu sulit membudidayakannya, tidak perlu banyak air, umur lebih pendek dan dapat menyuburkan tanah.

SYARAT TUMBUH

Tanaman ini tumbuh baik pada tegalan dan sawah sebagai tanaman penyelang padi, kacang hijau tumbuh baik bila ditanam pada musim kemarau, karena jika terlalu banyak hujan penyakit tanaman akan berkembang serta menurunkan mutu biji panenan.
Tumbuh baikpada berbagai jenis tanah yang berdrainase baik, tetapi yang terbaik pada tanah liat berlemung dan tanah lempung yang mengandung bahan organik tinggi, kemasaman tanah yang dikehendaki adalah pH 5,8 – 7,0, sedangkan yang paling baik adalah pH 6,7. curah hujan yang baik diperlukan berkisar 50 – 200 mm / bulan dan ketinggian tempat 750 m dari permukaan laut.

PENANAMAN

a. Pengolahan Tanah

Agar kacang hijau dapat berproduksi tinggi diperlukan pengolahan tanah yang tepat, terutama untuk tanah-tanah berat ( tidak gembur ). Pengolahan dilakukan pada keadaan lembab artinya tanah tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah. Untuk tanah sawah 2 kali bajak dan 2 kali garu, sedang untuk tanah kering cukup dibajak/ dicangkul sekali, apalagi untuk tanah yang gembur. Pada tanah yang berat dan tergenang dibuat parit-parit pembuangan air di pinggir-pinggir dan di tengah petakan dengan kedalaman parit 20 – 30 cm.
b. Pengunaan Benih

bebih yang dianjurkan untuk ditanam adalah benih yang ungul, yaitu varietas Nuri, Manyar, Merak, Walet dan Gelatik. Varietas ni rata-rata menghasilkan 10 kuintal/Ha/musim.
Bagi tanah yang sama sekali belum pernah ditanami kacang hija, maka biji benih perlu diinokulasi dengan bibit bakteri rhizobium. Caranya yaitu biji dibasahi baru diaduk dengan bibit bakteri tersebut.

c. Penanaman

Penanaman sebaiknya dilakukan pada akhir musim hujan, dengan jarak tanam 40 x 20 cm untuk tanaman yang bercabang terus dan 30 x 10 cm untuk tanaman yang bercabang terbatas.
Penanaman dengan 2 – 3 biji pada tiap lubang dan sekaligus diberi pupuk pada lubang di sebelah lubang untuk biji.

d. Pemeliharan

1. Pupuk dan Pengairan

Dosis pupuk yang dianjurkan adalah 50 kg urea, 90 kg SP 36 dan 25 kg KCL per hektar. Cara pemupukan semuanya diberikan sekali pada waktu tanam. Dinjurkan menggunakan pupuk tambahan berupa PPC yang akan memberikan pertumbuhan begetatif yang cukup baik.
Pemberian air perlu dilakukan pada masa pertumbuhan biji dan pada masa pertumbuhan tanaman, terutama jika 1 minggu tidak ada hujan. Pengairan jangan sampai menggenang, kebutuhan air terbanyak yaitu pada saat menjelang berbunga dan pembentukan polong, satu minggu sebelum panen sudah tidak memerlukan air.

2. Penyiangan

Penyiangan dilakukan untuk mengatasi persaingan dengan gulma, untuk mendapatkan maknan dan sinar matahari. Pelaksanaan dilakukan 2 – 3 kali sebelum berbunga dan satu kali setelah berbunga, tetapi jangan dilakukan pada saat berbunga. Alat yang digunakan adalah kored. Hindarkan penyiangan pada saat tanah terlalu basah karena struktur tanah akan rusak.

3. Pengendalian Hama dan Penyakit
langkah-langkah yang perlu dilaksanakan dalam pengendalian hama dan penyakit adalah :

a) Pergoliran tanaman dengan tanaman bukan kacang-kacangan.
b) Tanam serempak dengan selisih waktu tidak lebih 10 hari.
c) Penutupan lubang tugal dengan jerami.
d) Perlakuan benih dengan insektisida Marshal 25 ST dan Larvin 75 WP.
e) Sanitasi lingkungan dengan membersihkan lahan sekitar tanaman.
f) Memberantas hama dan penyakit jika tanaman sudah terserang.

Pemberantasan dilakukan apabila ditemukan :

Serangan lalat kacang dengan Azodrin 15 WSC, Agrothion 50 EC.
Serangan perusak daun dan polong dengan Azodrin 15 WSC, Agrothion 50 EC, Dursban 20 EC, Decis 2,5 EC, Marshal 20 EC
Bercak daun dengan Benlate T 20 WP

e. Panen dan Pasca Panen

1. Pemetikan

Panen harus dilakukan pada waktu yang tepat berkisar 59 – 100 hari tergantung varietas yang ditanam. Kacang hijau dipanen setelah polong berwarna coklat sampai hitam

2. Peneringan dan Pembijian
polong yang telah dipetik dikeringkan dengan cara dijemur atau dengan menggunakan alat pengering. Setelah polong kering dimasukan kedalam karung dan dipukul-pukul dengan kayu untuk mengeluarkan bijinya.

3. Penyortiran dan Penyimpanan
Biji varietas lain dan yang terserang hama, biji pecah serta benda asing lain perlu dipisah

Tentang dony septiansyah

Saya salah satu mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang dari Jember. Karena mahasiswa saya mencoba mengikuti proses diorganisasi dengan menjabat sebagai ketua BEM FPP UMM.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s