” PERTANIAN SIAPA YANG DISALAHKAN ? “

Berbagai hal di negeri ini bermunculan baik dari segi politik, hukum, ekonomi dll. Sehingga banyak bermunculan tanggapan pro kontra dari berbagai lini ( politikus, ormas, organisasi mahasiswa) lucu sekali melihatnya. Berbagai segi saling membela, saling menjatuhkan padahal itu adalah sebuah permainan politik (menurut saya). Entah apa yang di lakukan tidak ada solusi tapi menambah masalah baru.
Pertanian yang kita ketahui bersama dan juga sebagai target utama pemerintah ( swasembada pangan khususnya beras) sering dikaji dan menimbulkan aksi yang justru bukan mencari solusi. Hal ini membuat kondisi semakin tidak kondusif, memang kita sebagai mahasiswa menyalurkan anspirasi ( bukan eksistensi ). Pernahkah kita melihat animo rakyat khususnya petani terhadap mahasiswa yang melakukan aksi dengan tujuan membela dan menyalurkan anspirasi petani. Justru petani hanya melihat dan mengikuti alur tanpa ada efek yang baik terhadap aksi mahasiswa.
Mahasiswa yang dikaitkan dengan intelektualnya kadang berbanding terbalik (menurut saya). kita lihat dari sudut pandang mahasiswa letak permasalahan pertanian indonesia dimana? Bagaimana menghadapinya? Progressnya seperti apa? (Jelas memutar otak). Karena mahasiswa turun langsung menghadapi permasalahan internal pertanian (petani) belum bisa, lebih banyak turun mengkritisi Eksternal pertanian (pemerintah). Sungguh banyak menimbulkan pertanyaan? (Mahasiswanya yang kurang paham tentang pertanian atau pemerintahannya). Padahal peran mahasiswa (3 peran ) yang mungkin sudah paham semua tapi tidak dilaksanakan.
Pemerintah sekarang ini lagi optimis indonesia bisa swasembada pangan 3 tahun mendatang. Sampai sosok no 1 indonesia ( jokowi ) memberikan bantuan hand traktor terhadap petani di daerah jawa timur. Kita lihat dan kaji bersama:
1. Berapa banyak lahan pertanian khususnya beras dijawa timur?
2. Dampak pemberian hand traktor terhadap petani didaerah tersebut ( ngawi dan ponorogo)?
3. Berapa banyak lahan pertanian yang perlu bantuan pemerintah. Kenapa hanya daerah2 tertentu dan bantuannya sebatas hand traktor?
4. Perbandingan produksi beras dengan jumlah penduduk?
5. Perbandingan Jumlah impor beras dengan kebutuhan sudah berbanding lurus apa tidak?
Dari lima pertanyaan diatas coba bayangkan indonesia BISA atau TIDAK melakukan swasembada beras 3 tahun kedepan? Apalagi Harga beras sekarang ini relatif mahal ( kalau hanya optimis saja mungkin bisa ).
Apa yang akan dilakukan pemerintah dan Mahasiswa menghadapi permasalahn ini. Apakah sekedar mengkritisi dan saling menyalahkan? ( kami pun binggung ).
Kita Sadari bersama masing2 tersebut membenah diri baik pemerintah, mahasiswa maupu Rakyat dan berpikir jernih menanggapi banyaknya masalah di negri yang kita cintai ini. Dengan harapan besar IBEMPI mampu menjadi ujung tombak atas permasalah pertanian di Indonesia ini. Dan harapan besar lagi IBEMPI NETRAL ( menawarkan solusi ) memperbaiki kualitas SDM masing-masing.
Ayo kita diskusikan bersama kritikan masukan demi diri kita lebih baik.
TTD : PRESNAS IV IBEMPI

Tentang dony septiansyah

Saya salah satu mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang dari Jember. Karena mahasiswa saya mencoba mengikuti proses diorganisasi dengan menjabat sebagai ketua BEM FPP UMM.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s